Popular posts

Unknown On Kamis, 19 Februari 2015


Evolusi Perpustakaan
Image by umm.ac.id

     Pemahaman perpustakaan perlu dikuasai sebelum mulai membicarakan perpustakaan masa kini karena pengertian perpustakaan sudah berubah seiring dengan perkembangan sejarah serta kemajuan teknologi. Istilah perpustakaan dapat didekati dengan menggunakan rancangan definisi dan ciri perpustakaan. Dalam rancangan definisi, maka menurut International Encyclopedia of Library and Information Science (2004) perpustakaan dalam arti sempit adalah koleksi materi [perpustakaan] yang diorganisasi untuk digunakan. Pengertian  tersebut mulai ada sejak zaman perpustakaan Alexandria sampai dengan Perpustakaan Nasional RI, mulai dari  ruang arsip di Nineveh hingga ke depo arsip dinamis di berbagai negara. Pengertian lain yang banyak dipakai adalah gedung, bagian gedung, atau ruangan yang digunakan untuk keperluan penyimpanan. Definisi tersebut sangat sempit karena tidak mencerminkan karakteristik utama perputaaakn pada masa kini. Pembaca dapat menemukan definisi perpustakaan di sumber lain seperti kamus, buku ajar, dan lain-lain. Shera (1976) menyatakan bahwa perpustakaan  didirikan guna memenuhi beberapa kebutuhan sosial. Perkembangan perpustakaan berhubungan erat dengan sejarah intelektual dan perubahan struktur organisasi serta sisten nilai dari kebudayaan yang menciptakannya. Karena peran kultural ini, maka perpustakaan telah  ada sejak abad 13 SM. Ada pun perpustakaan modern muncul sekitar abad 15 seiring dengan penemuan kertas. Perpustakaan pada masa kini terbagi atas 5 kategori sebagai berikut: perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan nasional.
Khusus untuk perpustakaan terjadi evolusi teknologi yang dimulai selama enam dasawarsa terakhir.  Ada pun evolusi teknologi yang terjadi adalah sebagai berikut.
  1. Perubahan media penyimpan dari cetak ke digital.
  2. Penggunaan gawai mekanis dalam pengindeksan dan jasa informasi/dokumentasi terjadi sekitar 1950 an dan 1960 an. Gawai yang digunakan pada dasawarsa ini adalah  kartu tebuk (punched cards) dan kartu untuk Uniterm sebagai pendahulu  temubalik berbasis komputer.
  3. Mulainya penggunaan komputer untuk mengolah informasi. H.P. Luhn menggunakan komputer  untuk membuat indeks kata kunci. Hasilnya ialah Key Word In Context  (KWIC), Key Word Out of Context dan Key Word And Context (KWAC).
  4.  Munculnya pangkalan data bibliografis pada 1960 an. 
  5. Jasa penelusuran terpasang (online) seperti Dialog, memungkinkan akses  jarak jauh ke lebih dari satu pangkalan data terpasang.
  6.  Munculnya berbagi atau berkongsi dan pertukaran data bibliografis dengan dibuatkannya MARC (Machine Readable Catalogue) pada 1960, kemudian berkembang menjadi MARC 21 yang merupakan format pertukaran data bibliografis.
  7. Perangkat lunak manajemen perpustakaan serta automasi perpustakaan sekitar 1970 an.
  8.  Dasawarsa 1980 an media penyimpan seperti CR-ROM mulai banyak digunakan. 
  9. Tahun 1980 an juga muncul majalah dan buku  elektronik.
  10.  Tahun 1990 an muncul Internet dan web, membawa perubahan ebsar di dunia informasi. Semua pencipta dan penyedia jasa informasi menuju Web. 
  11. Akhir 1990 an tumbuh perpustakaan digital; pada perpustakaan tesrebut isi dan jasa bersifat digital. 
  12. Awal 2000 an,munculnya semantic web, Web 2.0, Library 2.0, teknologi mobil, pita lebar, akses internet nirkabel; informatika sosial berupa Twitter, Facebook, Linkedin, RDA untuk pengolahan (Resource Description and Access).

Kepustakawanan merupakan proses sosial artinya kegiatan perpustakaan tidak dapat terpisah dari kecenderungan sosial yang ada. Bila hal tersebut dikatakan pada tahun 1960 an, maka kepustakawanan masih didominasi kertas dan tergantung pada manusia. Bila dikaitkan dengan situasi 2000 an, maka kepustakawanan kini lebih tergantung pada teknologi dan walau pun kepakaran manusia tetap memegang peran penting, hal itu banyak dilakukan di belakang layar. Perubahan yang terjadi atass perpustakaan berlangsung perlahan-lahan sehingga dapat dikatakan sebagai evolusi perpustakaan.
Bila menurut sejarah perpustakaan, maka sejarah perpustakaan dimulai sekitar tahun 2000 SM di Sumeria, Mesopotamia, Mesir. Pada masa itu perpustakaan merupakan bagian  institusi utama, mul-mula bagian dari kuil, candi, kemudian dari universitas. Perpustakaan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan, hanya dapat diakses oleh sekelompok pemakai terbatas. Peran  pustakawan lebih banyak ke perlindungan dan pelestarian pengetahuan daripada peran pemencaran  dan berbagi pengetahuan. Keadaan semacam itu menyebabkan ilmu pengetahuan hanya dikuasai kelompok terbatas sehingga ada bagian ilmu pengetahuan yang hilang. Misalnya semasa Mesir kuno, para pendeta sudah menguasai teknik bedah otak, namun tidak diturunkan atau disebarkan sehingga  keahlian tersebut tersimpan erat-erat di kuil. Baru pada abad 19 dokter mulai mencoba bedah otak, mereka berhasil menemukan dan mengembangkannya lebih lanjut. Hal itu tidak akan terjadi seandainya perpustakaan purba berfungsi menyebarluaskan pengetahuan serta berbagai informasi dengan orang lain.
Ciri perpustakaan sebagai penyimpan pengetahuan untuk digunakan sekelompok pemakai yang terbatas berubah seiring dengan pembangunan perpustakaan baru terutama perpustakaan umum, keterbukaan koleksi perpustakaan perguruan tinggi dan khusus. Koleksi mulai terbuka untuk orang-orang yang dikaitkan dengan lembaga, misalnya mahasiswa dan dosen di perpustakaan perguruan tinggi. Sehingga peran perpustakaan sebagai lembaga yang menyebarkkan pengetahuan mulai berjalan. Hal ini terjadi sekitar abad 19 di Dunia Barat. Perkembangan perpustakaan sebagai pranata sosial juga ditandai dengan kegiatan berbagai koleksi melalui kerjasama dan penyediaan jasa bersalam. Hal itu terjadi akibat perkembangan sosial, ekonomi dan teknologi (Diolah dari berbagai sumber).